Siapa yang tidak senang PT.NNT memberikan bantuan hibah tidak bersyarat ! Setidaknya dana itu pasti membantu anggaran daerah dalam pengembangan kesejahteraan rakyatnya. Ada dua opsi bagi dana hibah tersebut dikelola sendiri PT.NNT atau dikelola pemerintah sendiri. Opsi kedua, Pemkab merencanakan mengelola dana tersebut sah-sah saja. Namun, melihat trackrecord Pemkab Sumbawa Barat mengelola proyek fisik dalam kurun waktu enam tahun terakhir, sebaiknya PT.NNT sendiri yang mengelolanya. Mengapa ?
Setidaknya, alasan, kualitas proyek, kekhawatiran campur aduk alokasi anggaran. Proyek monumental bisa dijadikan referensi dana hibah itu dikelola PT.NNT saja !
Dalam kurun waktu enam tahun Sumbawa Barat mengelola otonomi sendiri. Disinyalir pengelolaan proyek khususnya proyek konstruksi dinilai kualitas rendah. Di mana-mana pengerjaan proyek terkesan amburadul. Banyak proyek yang tidak tuntas, maaf kalau tidak layak mengecewakan. Sebut saja pasar Seteluk yang ditinggal mangkrak dan proyek lainnya. Pengamat Konstruksi di Sumbawa Barat, Ir Muckhsin sendiri menilai semisal pengelolaan mega proyek. Sebut saja pasar – terminal. Ia menilai mega proyek gagal !. Kegagalan itu mulai dari perencanaan, pengerjaan hingga finishing tidak profesional. Akibat kualitas proyek tersebut dinilai rendah. Jadi, sampai di sini sebaiknya Pemkab tidak menambah pekerjaan baru. Sebab, terkesan mengurus proyeknya sendiri saja masih butuh kerja keras agar kualitas perencanaan dan hasilnya berkualitas. Bisa saja, Pemkab mengelola dana hibah itu dengan syarat Pemkab lulus dulu mengelola proyeknya sendiri dengan progress jempolan.
“Jangan sampai orang awan bilang, urus proyek sendiri saja tidak becus, mau ngurus proyek orang lain. Cari masalah saja,” cetus Solihin warga Sumbawa Barat. Berkaca dari progres proyek fisik sebaiknya dana hibah itu Newmont sendiri yang mengurusnya.
Catatan lain, selama ini kualitas proyek yang dikerjakan oleh PTNNT dijamin berkualitas tinggi dan hingga kini belum ada yang diproses hukum gara-gara proyeknya mangkrak atau dikerjakan semberono. Sebab, di PTNNT jaminan dan kualitas diutamakan. Bagi mereka jaminan kualitas bukan lagi retorika, tetapi komitmen dan fakta. Jadi, tidaklah salah kalau dana itu sebaiknya dikelola mereka saja.
Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa beberapa waktu lalu, pernah bilang sebaiknya dana hibah itu dibicarakan dulu sistem pengelolaannya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Bagi legislatif tawaran itu tersirat keinginan agar alokasi dana itu tidak dicampur adukkan alokasinya untuk pekerjaan yang tidak focus. Sebut saja untuk pembangunan mega proyek. Sebab, dana mega proyek sendiri telah diproyeksikan dari APBD setiap tahunnya Rp 100 milyar. “Dana hibah jangan sampai dialokasikan untuk mega proyek,” ungkap Fud Syaifuddin dalam wawancara media beberapa waktu lalu.
Sinyalemen dan prediksi anggota dewan itu wajar. Teguran itu sepintas ada benarnya. Namun, tidak semuanya benar. Alasannya, mau dicampur aduk anggaran itu dalam APBD sebenarnya tidak masalah. Asalkan rencana proyek dan hasilkan signifikan. Namun, Pemkab nampak belum bisa memberikan jaminan kalau dana itu dikelola Pemkab digaransi tidak menimbulkan kontroversi di kemudian hari.
Untuk menghindari resiko kedua, sebaiknya dana hibah itu dikerjakan oleh PTNNT dari hulu hingga hilirnya. PTNNT jangan karena dana hibah rakyat KSB menjadi sengsara karena diderai kontroversi. Walaupun dalam opini publik. PTNNT sejatinya dengan mengelola sendiri menunjukkan kalau mereka “jantan”.
Rakyat Sumbawa Barat, atau siapa saja hampir dipastikan kalau dana hibah itu dikelola oleh PTNNT akan dikenang selamanya. Anggap saja PTNNT telah berakhir masa kontraknya mengeruk emas di perut bumi Sumbawa Barat. Tetapi, jasa baiknya akan terus dikenang. Saya, anda dan kita semua pasti setuju kalau sebanyak mungkin proyek fisik menjadi monumental dibangun di KSB sebagai jasa PTNNT atau imbalan bagi rakyat yang kekayaan alamnya dimanfaatkan.
Dengan demikian, alasan kualitas, transparansi alokasi dana dan monumental mestinya dipertimbangkan oleh Pemkab Sumbawa Barat untuk merelakan proyek yang dibiayai dana hibah dikelola sendiri oleh PTNNT. Lebih baik Pemerintah tinggal memencet tombol pada peresmian proyek hibah pada hari Ultah KSB saja. (*)






