free image hosting
Advertised by COBHotSpot
  • B E R A N D A
  • Dana Hibah Sebaiknya Dikelola Newmont Saja !

    Posted by Redaksi on July 26 2010 Add Comments

    Siapa yang tidak senang PT.NNT memberikan bantuan hibah tidak bersyarat ! Setidaknya dana itu pasti  membantu anggaran daerah dalam  pengembangan kesejahteraan rakyatnya. Ada dua opsi bagi dana hibah tersebut dikelola sendiri PT.NNT atau dikelola pemerintah sendiri. Opsi kedua, Pemkab merencanakan mengelola dana tersebut  sah-sah saja. Namun, melihat trackrecord  Pemkab Sumbawa Barat mengelola proyek fisik dalam kurun waktu enam tahun terakhir, sebaiknya  PT.NNT sendiri yang mengelolanya.  Mengapa ?

    Setidaknya, alasan, kualitas proyek, kekhawatiran campur aduk alokasi anggaran. Proyek monumental bisa dijadikan referensi dana hibah itu  dikelola PT.NNT saja !

    Dalam kurun waktu enam tahun Sumbawa Barat mengelola otonomi sendiri. Disinyalir pengelolaan proyek khususnya proyek konstruksi dinilai kualitas rendah. Di mana-mana  pengerjaan proyek terkesan amburadul. Banyak proyek yang tidak tuntas, maaf kalau tidak layak mengecewakan. Sebut saja pasar Seteluk yang ditinggal mangkrak dan proyek lainnya. Pengamat Konstruksi di Sumbawa Barat, Ir Muckhsin sendiri menilai semisal pengelolaan mega proyek. Sebut saja pasar – terminal. Ia menilai mega proyek gagal !. Kegagalan itu mulai dari  perencanaan, pengerjaan hingga finishing  tidak profesional. Akibat kualitas proyek tersebut dinilai rendah.  Jadi, sampai di sini sebaiknya Pemkab tidak menambah  pekerjaan baru. Sebab, terkesan mengurus proyeknya sendiri saja masih  butuh kerja keras agar kualitas perencanaan dan hasilnya berkualitas. Bisa saja, Pemkab mengelola dana hibah itu dengan syarat  Pemkab lulus dulu mengelola proyeknya sendiri dengan progress jempolan.

    “Jangan sampai orang awan bilang, urus proyek sendiri saja tidak becus, mau ngurus proyek orang lain. Cari masalah saja,” cetus Solihin warga Sumbawa Barat. Berkaca dari  progres proyek fisik sebaiknya dana hibah itu Newmont sendiri yang mengurusnya.

    Catatan lain, selama ini  kualitas proyek yang dikerjakan oleh PTNNT dijamin berkualitas tinggi dan hingga kini belum ada yang diproses hukum gara-gara proyeknya mangkrak atau dikerjakan semberono. Sebab, di PTNNT jaminan dan kualitas  diutamakan. Bagi mereka jaminan kualitas bukan lagi retorika, tetapi  komitmen dan fakta. Jadi, tidaklah salah kalau dana itu sebaiknya dikelola mereka saja.

    Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa beberapa waktu lalu, pernah bilang sebaiknya dana hibah itu dibicarakan dulu sistem pengelolaannya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.  Bagi legislatif  tawaran itu tersirat keinginan agar alokasi dana itu  tidak dicampur adukkan alokasinya untuk pekerjaan yang tidak focus. Sebut saja untuk pembangunan mega proyek. Sebab, dana mega proyek sendiri telah diproyeksikan dari APBD setiap tahunnya Rp 100 milyar. “Dana hibah jangan sampai dialokasikan untuk mega proyek,” ungkap Fud Syaifuddin dalam wawancara media beberapa waktu lalu.

    Sinyalemen dan prediksi anggota dewan itu wajar. Teguran itu sepintas ada benarnya. Namun, tidak semuanya benar. Alasannya, mau dicampur aduk anggaran itu dalam APBD sebenarnya tidak masalah. Asalkan  rencana proyek dan hasilkan signifikan. Namun, Pemkab nampak belum bisa memberikan jaminan kalau dana itu dikelola  Pemkab digaransi tidak menimbulkan kontroversi di kemudian hari.

    Untuk menghindari resiko kedua, sebaiknya dana hibah itu dikerjakan oleh  PTNNT dari hulu hingga hilirnya. PTNNT jangan karena dana hibah rakyat KSB menjadi sengsara karena diderai kontroversi. Walaupun dalam opini publik. PTNNT sejatinya dengan mengelola sendiri menunjukkan kalau mereka “jantan”.

    Rakyat Sumbawa Barat, atau siapa saja  hampir dipastikan kalau dana hibah itu dikelola oleh PTNNT akan dikenang selamanya. Anggap saja PTNNT telah berakhir masa kontraknya  mengeruk emas di perut bumi Sumbawa Barat. Tetapi, jasa baiknya akan terus dikenang. Saya, anda dan kita semua pasti setuju kalau sebanyak mungkin proyek fisik menjadi monumental dibangun di KSB sebagai  jasa  PTNNT atau imbalan bagi rakyat yang kekayaan alamnya dimanfaatkan.

    Dengan demikian, alasan kualitas, transparansi alokasi dana dan monumental mestinya dipertimbangkan oleh Pemkab Sumbawa Barat untuk merelakan proyek yang dibiayai dana hibah dikelola sendiri oleh PTNNT. Lebih baik Pemerintah tinggal memencet tombol pada  peresmian  proyek hibah  pada hari Ultah KSB saja. (*)

    Leave a Reply