Taliwang, KOBAR
Sedikitnya 450 KK belum tersentuh penerangan listrik yang tersebar di empat dusun, yaitu, Dusun Pola Mata, Tatar, Ai Kangkung, dan Batu Melik Kecamatan Sekongkang, kini mereka masih dalam keadaan gelap gulita. Anehnya, keempat dusun itu berada di sekitar wilayah lingkar tambang PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Padahal sesuai komitmen pemerintah, PTNNT berkewajiban mendistribusikan listrik kepada masyarakat yang berada di wilayah lingkar tambang.
”Memang ada kewajiban PTNNT mendistribusikan listrik kepada masyarakat di sekitar lingkar tambang. Namun PTNNT juga memiliki kewenangan menyesuaikan sendiri bentuk pendistribusian yang diberikan. Apakah diberikan dalam bentuk sumbangan mesin (Genset) atau pemasangan langsung dari jalur yang ditentukan pihak PTNNT sendiri ,” kata Drs. Hajamuddin, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Budaya dan Pariwisata (ESDM Budpar) Sumbawa Barat, saat dicecar sejumlah media.
Keempat dusun itu telah lama merindukan penerangan listrik. Untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat tadi, terpaksa Dinas ESDM tengah mengalokasikan 350 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mandiri untuk diberikan kepada warga empat dusun tersebut. Bantuan tersebut 32 unit PLTS untuk Dusun Pola Mata, 39 unit PLTS Tambak Sari, 177 plus 12 unit PLTS untuk fasilitas umum di Dusun Tatar, 62 plus 2 unit PLTS untuk fasilitas umum Dusun Ai’ Kangkung, serta 26 unit PLTS untuk Dusun Batu Melik.
”350 PLTS Mandiri berkapasitas 50 Watt per unitnya telah dialokasikan. Ini untuk memenuhi kebutuhan dusun khususnya dari segi pelayanan penerangan sesuai dengan sasaran program menuju Dusun Bersinar ”, timpalnya.
Walaupun demikian, pendistribusian PLTS belum mampu menekan jumlah ketergantungan masyarakat akan kebutuhan listrik terutama bagi wilayah pedusunan. Sebab, kapasitas PLTS sangat terbatas.
”Jadi, kita masih menunggu percepatan pembangunan PLTA – Bintang Bano untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sembari terus mengupayakan penambahan PLTS lagi untuk memenuhi kebutuhan dusun lain yaitu pendistribusian beberapa wilayah yang luput dari pantauan,” demikian Hajamuddin. (Kas)







na laser sabue pipis hiba so angkang len..
totang masi pno tau napoka sejahtera token KSB… apa guna Bupati KSB membangun Selogan “mencerdaskan Anak2 n pemuda KSb” lamin masi Lo tau no bau blajar ptang karena nonya penerangan…
Masi pno Daerah Terpencil ning KSb anu napoka irasa Kesuksesan KSB itu sndri….
na sampe tau nti kebijakan so kena penyakit Amnesia..
1. lupa diri ( Dia Lupa untuk apa dia memegang kekuasaan )
2. Lupa ingatan ( Lupa Akan Janji2 Politik N Hakikat pemimpin )
3. Lupa Rakyat ( dia Luapa karena Apa n oleh siapa dia Bisa Duduk Di situ..)
Trims…
Supiadii