Taliwang, KOBAR
Bupati KSB, DR. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM, menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kedamaian serta kerukunan antara sesama warga, berkenaan dengan akan diselenggarakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2010 mendatang, yang dikhawatirkan rawan terjadinya konflik horizontal antar pendukung. Ini dikemukakannya di depan tokoh masyarakat, togoh agama, dan masyarakat nelayan Poto Tano, Senin (14/12) lalu.
Dia katakan, Persoalan Pilkada selalu melahirkan riak-riak kecil antara para pendukung bakal calon yang akan maju dalam pemilihan, dan anehnya, justru di kalangan bawah dan grassroot inilah perbedaan-perbedaan semakin mencolok hingga ada perselisihan, yang seharusnya tidak perlu terjadi.
“Jadi tidak usah ada main sikut-sikutan, kan yang jadi Bupati orang di atas, kok kita yang di bawah malah kelahi,” kata Kyai Zul.
Menurutnya, siapapun yang naik nantinya menjadi Bupati KSB 2010-2015 harus dihargai dan dihormati, karena itu merupakan pilihan terbaik dari, oleh dan untuk masyarakat, sehingga seluruh masyarakat KSB saling menjaga dan toleran.
“Semoga kita mendapat pemimpin yang terbaik lewat proses pemilihan yang baik juga,” harapnya.
Selain itu, dia juga menyatakan bahwa pemerintah melalui lembaga eksekutif maupun legislatif selalu mendengar berbagai aspirasi dari masyarakat, jadi tidak benar rumor bahwa pemerintah hanya mementingkan program / kebijakan saja, sementara segala permasalahan rakyat diacuhkan.
“Tidak ada yang namanya tidak peduli, kami ini dipercaya rakyat, ya tugasnya melayani masyarakat,” tandasnya.
Sehingga, lanjutnya, ke depannya kerjasama antara legislative dan eksekutif akan dipertegas lagi, supaya ada kejelasan komitmen antara kedua lembaga yang terkait tentang pelayanan masyarakat, yang sebenarnya punya tujuan yang sama melakukan yang terbaik untuk rakyat KSB.
“Saya akan upayakan, sebuah sinergi yang baik antara Pemerintah dengan Dewan, untuk masa depan kabupaten Sumbawa Barat,” demikian Kyai Zul. (Kad)






