Taliwang, KOBAR
Si Jago Merah kembali melalap habis rumah, Jamaluddin, warga RT 02/ RW 08 Karang Poto Taliwang, Jum’at (11/12) lalu. Tidak main-main, api yang disebabkan oleh adanya hubungan arus pendek listrik ini langsung memberanguskan isi rumah.
Menurut saksi mata, Hasan, bahwa kejadian tersebut terjadi saat orang-orang akan mulai sholat Jum’at, sekitar pukul 12.20 Wita, karena tidak ada warga pria, maka nyala api yang sudah kadung besar tidak bisa dijinakkan.
“Orang-orang lagi Jum’atan pak, jadi tidak ada yang laki-laki,” jelas Hasan.
Menurutnya, sehabis sholat Jum’at orang-orang sudah menyaksikan api sudah menjalar di bagian tengah atap, lalu membantu mengeluarkan sofa yang ada di ruang tamu, karena api di bagian ruang tengah rumah cukup besar.
“Saya dan beberapa orang warga lalu mengeluarkan sofa yang ada di ruang tamu yang apinya belum besar, tapi di bagian lain sudah cukup besar, hanya itu yang bisa diselamatkan,” ungkapnya lagi.
Berbagai upaya telah dilakukan, dan air-air yang diambil di sumur tetangga dan PDAM tidak cukup kuat, sementara api semakin besar, dan beberapa orang sudah menghubungi tim pemadam kebakaran.
“Beberapa warga sudah membantu dengan menyiram air dengan ember seadanya, sementara itu baru memanggil tim pemadam kebakaran,” kata Hasan lagi.
Beberapa saat kemudian, tim pemadam kebakaran datang, tapi sudah terlambat karena sebagian besar rumah sudah terbakar, dan malah lucunya, tim pemadam kebakaran lupa kunci rolling door, sehingga sempat terjadi kegaduhan.
“Pemadam datang tapi kuncinya lupa, sehingga seorang warga sempat adu mulut dengan petugas, karena akan menghantam gembok yang kuncinya gak ada,” terangnya.
Setelah itu, lanjutnya, entah dengan cara bagaimana, akhirnya tim pemadam berhasil menyiramkan air ke arah nyala api, dan setelah beberapa menit apipun berangsur-angsur padam.
“Lalu bagaimana caranya, akhirnya tim pemadam bisa menyiramkan air ke arah api yang mulai menghabiskan seluruh bagian atap, dan beberapa menit kemudian berhasil dipadamkan,” terang hasan.
Dan memang, rumah ini menjadi terminal aliran listrik untuk beberapa rumah di tetangga belakang, dan memang sering terjadi konsleting, beberapa kali warga mengusulkan untuk membuat travo sendiri, tapi belum direspon oleh PLN.
“Setelah kejadian ini baru orang PLN tahu rasa, dan buka mata,” kesal Hasan.
Selain itu, KOBAR mencoba konfirmasi kepada pemilik rumah, namun karena masih shock, hingga berita ini diturunkan, belum bisa ditemui. Tapi kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta, karena seluruh barang yang ada di rumah, berupa barang elektronik, uang tunai dan beberapa barang berharga lainnya ludes terbakar.
Sementara, KOBAR juga mencoba melakukan konfirmasi ke pihak PLN Ranting Taliwang, namun sayangnya Kepala Ranting Taliwang masih ada urusan di Sumbawa, sehingga belum bisa dimintai keterangan. (Kad)






