free image hosting
Advertised by COBHotSpot
  • B E R A N D A
  • Timbunan Sirtu Tutupi Irigasi, Petani Kesulitan Air

    Posted by Redaksi on December 14 2009 Add Comments

    Ketua GP3A SP : Ancam Unjuk Rasa

    Taliwang, KOBAR

    Dampak pembangunan fisik ternyata tidak selamanya positif, tetapi ada juga negatifnya. Contohnya, yang terjadi di Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, para petani merasa kesulitan dengan akses irigasi dari Bendungan Manemeng, diakibatkan oleh kegegabahan sejumlah perusahaan yang kurang bertanggung jawab, yang membiarkan timbunan material, berupa batu-batu dan pasir menutupi serta menghambat aliran air (irigasi) ke areal persawahan petani.

    Karena itu beberapa perwakilan petani dari kelompok tani (GP3A) Sinar Penujan Kecamatan Brang Ene, Sumbawa Barat, berinisiatif mendatangi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk untuk meminta solusi dari masalah tersebut.

    Dinyatakan oleh, Ketua Kelompok tani GP3P Sinar Penujan, H. Said, bahwa pihaknya sangat menyesalkan sikap Pemkab yang terkesan kurang peduli, padahal dia sudah berulang kali datang ke Dinas terkait untuk meminta pertimbangan dan sumbangan pemikiran untuk mengatasi persoalan yang menyangkut nasib petani ini.

    “Kami ini diundang, tetapi saat kami datang tidak ada satupun pejabat yang ada di tempat, lalu bagaimana dengan nasib tanaman ratusan petani yang butuh air,” kesal Said, saat ditemui KOBAR, di depan Kantor DPU beberapa hari lalu.

    Menurutnya, Pemkab harus segera memberikan jalan keluar agar berbagai material yang menumpuk dan menutupi bibir saluran irigasi bendungan Generong I ini, supaya segala permasalahannya bisa secepatnya teratasi. Dan kami petani juga segera mulai kegiatan pertanian di sawah.

    “Kami meminta pihak Pemkab untuk secepatnya memikirkan, bagaimana membersihkan material yang menutupi bibir saluran, supaya airnya bisa lancar kembali, dan juga perusahaan bisa ditindak tegas,” tandas, Said.

    Dia menegaskan, jika hingga akhir Desember hal ini belum direspon, atau material yang menutupi bibir saluran irigasi dari Manemeng itu tidak dibereskan, maka pihaknya dan ratusan petani yang tergabung dalam kelompok GP3A Sinar Penujan, akan melakukan unjuk rasa, dan bila perlu menemui Bupati.

    “Jika persoalan kami tidak juga direspon, maka kami akan melakukan unjuk rasa, dan langsung menemui pak Kyai,” tegas Said lagi.

    Sementara pihak DPU yang coba ditemui, memang sedang melakukan tugas lapangan, hanya beberapa panitia kegiatan yang ada, dan menyatakan bahwa mereka tidak punya wewenang untuk menjawab, dan menyuruh menemui Kepala Bidang Pengairan DPU KSB, Sukamto, tapi saat dikonfirmasi belum bisa ditemui.

    “Saya tidak berwenang menjawab, tunggu saja Kadis dan Kabid pulang dari TDL Senin (14/12),” katanya singkat. (Kad)

    Leave a Reply