Kades Poto Tano : Tidak Ada Korban Jiwa
Angin Puting Beliung yang menerjang Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, sempat menimbulkan kepanikan dan kegaduhan, pada Selasa (8/12) lalu. Dan hal ini setidaknya menyisakan trauma di masyarakat. Karena, menurut informasi yang diterima media, bahwa bencana ini menyebabkan sedikitnya 56 rumah rusak ringan, 3 rusak berat, 3 perahu patah, dan beberapa lainnya pecah, 4 pohon tumbang, dan beruntungnya musibah ini tidak menelan korban jiwa.
Namun, Pihak Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat cukup sigap, paling tidak, 2 ambulan beserta tim medis lengkap dengan obat-obatan telah disiagakan sejak malam sesudah kejadian, dan bantuan dana, material dan sembako segera disalurkan. Berikut hasil pantauan KOBAR, langsung di lokasi kejadian.
Taliwang, KOBAR
Meski agak terlambat, tetapi KOBAR menemukan beberapa rumah yang masih belum disentuh, karena untuk sementara, Kepala desa dan seluruh stafnya sedang membagi-bagikan kebutuhan material, dan sembako. Dan masyarakat di 9 RT yang ada di desa Poto Tano, secara bergiliran bergotong royong memperbaiki rumah-rumah yang mengalami rusak berat, dan beberapa warga ada yang sedang memperbaiki sendiri kerusakan ringan yang menimpa rumah mereka.
Di tuturkan oleh, Baharuddin, pemilik rumah yang rusak berat, tentang kronologi musibah ini. Kejadian angin puting beliung ini terjadi sekitar pukul 16.00 sore, dia dan keluarganya dan hampir sebagian besar warga memilih berdiam di rumah masing-masing. Karena angin kencang merupakan hal yang biasa terjadi di Poto Tano yang notabene terletak di pesisir laut. Namun, beberapa menit berlalu, angin bertiup semakin kencang, beberapa warga mulai sedikit panik, ada yang berteriak menyebut asma Allah.
“Saya melihat ke luar, beberapa warga mulai mengungsi ke kolong rumah-rumah yang dinilai cukup kokoh, ada yang lari ke masjid, pokoknya suasananya cukup mendebarkan,” terang Baha.
Kemudian, lanjutnya, beberapa rumah mulai tergoncang, tidak kuat menahan kekuatan angin yang bertiup semakin kencang, matrial rumah mulai berjatuhan, genteng, seng, dinding gedek, dan bahkan ada jendela yang mulai copot, dan kemudian rumah kami mulai roboh, beruntung beberapa warga sudah siap, baik untuk membantu tetangga maupun melihat kondisi rumah dan keluarganya masing-masing.
“Saya melihat rumah mulai miring, saya segera mengungsikan beberapa barang berharga ke rumah mertua yang terletak cukup dekat, dan keluarga saya secepatnya mengungsi, setelah membawa barang secukupnya, saya lalu segera ikut mengungsi, dan semua warga juga demikian, bahkan ada yang ke masjid dan kantor desa,” ungkapnya lagi.
Selama kurang lebih, 1 jam lamanya, angin puting beliung melanda Poto Tano, Kepala Desa cukup tenang menyiapkan berbagai antisipasi, sehingga musibah ini tidak sampai merenggut jiwa.
“Puting beliung terjadi sekitar 1 jam kurang, namun semua siap bersama Kepala Desa untuk mengantisipasi hal-hal yang lebih buruk terjadi, dan saya melihat rumah saya sudah roboh,” timpal Baha pula.
Warga lain, Arsyad, kami temui sedang mengetam 4 tiang rumahnya yang akan diganti karena patah, dia mengakui bahwa pemerintah Kabupaten sangat tanggap, setelah kejadian, Bapak Camat Poto Tano dan beberapa stafnya langsung datang dan bersama Pemerintah Desa untuk mengidentifikasi berbagai kerusakan dan kerugian warga.
“Pak camat setelah kejadian langsung datang dan laksanakan musyawarah, lalu meninjau beberapa kerusakan dan kerugian warga,” jelas, Arsyad.
Keesokan paginya, lanjutnya, Bupati serta jajarannya datang meninjau langsung lokasi bencana, dan melihat sendiri berbagai kerusakan yang menimpa rumah-rumah warga di 9 RT yang ada, dan segera menyalurkan bantuan.
“Ya, Pak Bupati dan jajarannya datang meninjau, pagi tadi, dan langsung memberikan bantuan, saya sendiri mendapatkan 500 ribu untuk perbaikan tiang, dinding dan atap rumah,” paparnya lagi.
Lalu, KOBAR menuju ke Kantor Desa, tempat penyaluran bantuan, Kepala Desa Poto Tano, Umar Ibrahim, menyatakan bahwa bantuan dari pemerintah sudah disalurkan, dari Pemkab, Dinas, dan DPRD, berupa dana segar, untuk perbaikan rumah dan sampan, totalnya mencapai 72 Juta, dan berupa Sembako (beras, Mie, sarden, minyak goreng, kecap, dan air mineral).
“Penyalurannya sudah dilakukan, dengan melihat kerusakan, kalau yang rusak berat 5 juta, ringan 2,5 juta hingga 500 ribu, dan juga perahu, yang jelas tim desa sudah bekerja ekstra dari kemarin,” pungkas Umar. (Kad)






