Hasbullah : Ini Adalah Hak Demokrasi
Taliwang, KOBAR
Sebagai bukti bahwa calon incumbent Bupati Sumbawa Barat, DR. KH. Zulkifli Muhadli yang berpasangan dengan Drs. Mala Rahman, masih diinginkan oleh masyarakat untuk naik kembali sebagai Kepala Daerah, para pendukung pro Kyai Zul, melakukan bubuh tanda tangan di atas kain putih (Spanduk-red) berukuran 300 meter, di sepanjang jalan undru, seputaran Alun-alun kota Taliwang, Rabu (10/12) lalu.
Ditemui KOBAR di sela-sela kegiatan pembubuhan tanda tangan ini, Penanggung jawab dan juga Penasehat Koalisi Adha, Hasbullah YS, menyatakan, bahwa ini dilakukan sebagai tanda bahwa pasangan Incumbent masih tetap dielukan oleh sebagian besar masyarakat untuk tampil kembali sebagai calon Bupati KSB pada Pilkada 2010, mendatang.
“Siapapun yang menyebarkan isu bahwa telah mendapat dukungan dari masyarakat, silahkan buktikan statement tersebut,” tegas Hasbullah.
Di alam demokrasi ini, lanjutnya, siapapun berhak untuk mendukung setiap pasangan yang dinilainya telah memiliki kapabilitas untuk menjadi seorang pemimpin di KSB ini, dan hal ini adalah keinginan dan aspirasi masyarakat yang sah-sah saja dilakukan.
“Kalau pendukung paket pasangan lain ingin melakukan hal yang sama silahkan, karena itu adalah hak demokrasi,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan sebuah konsep dukungan dan apresiasi kepada calon Incumbent, dan ini adalah inisiatif pendukung yang menilai bahwa ada isu yang beredar bahwa Incumbent tidak punya konstituen lagi menjelang Pilkada, tahun depan.
“Siapapun berhak memberikan penilaian, dan silahkan untuk menerjemahkan ini sebagai apa saja, kami silahkan,” timpal Hasbullah.
Dia juga mengajak para pendukung paket lain, untuk menciptakan situasi kondusif dalam pesta demokrasi daerah Sumbawa Barat, sehingga, dinilainya, siapapun yang terpilih nanti, maka itu merupakan pilihan nurani rakyat.
“Mari bergandengan tangan menghadapi pesta demokrasi bagi Kabupaten Sumbawa Barat agar tetap aman dan lancar,” ajaknya pula.
Tetapi, kenapa dilakukan di jalan, yang dkhawatirkan akan menutup akses lalu lintas masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya.
“Lihat saja, jalannya lancar-lancar saja, tidak membuat macet, dan juga penjagaan ketat dari pihak kepolisian agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat,” tandasnya.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama satu jam ini, yaitu dari pukul 9-10 pagi, aksi ini telah mendapatkan kurang-lebih 800-an tandatangan, yang dibubuhkan oleh para masyarakat yang melewati lokasi tersebut.
“Sekitar 800 tanda tangan sudah dibubuhkan, dan kami tidak memaksa tapi kesadaran sendiri,” Pungkas Hasbullah. (Kad)






