P3T : “Mohon Bupati Dengar Kami”
Taliwang, KOBAR
Persatuan Pedagang Pasar Taliwang (P3T) mengeluhkan rencana relokasi para pedagang pasar lama ke pasar yang baru, hal ini ditenggarai belum tersedianya fasilitas-fasilitas yang menunjang para pedagang dalam melakukan transaksi jual-beli, terutama petak kios pasar pada los pasar modern yang belum dibangun.
Dari hasil pantauan KOBAR, pembangunan pasar yang baru 96 persen selesai ini, memang belum memiliki petak-petak kios pada 2 los yang ada.
Dikatakan oleh Ketua P3T, H. Mustafa Hasan, bahwa dia dan beberapa anggota sudah mencoba menemui Bupati KSB, DR. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM, di Graha fitrah, karena sudah ada surat tembusan dari Ketua DPRD, Kadis DPPKD, dan Kadis Koperindag untuk mengusulkan sekaligus membahas hal ini, tapi belum bisa ditemui karena sedang ada urusan dinas.
“Saya tadi ke kantor Bupati, tapi kesulitan menemui pak Kyai, karena sedang melaksanakan tugas dinas,” terang Mustafa.
Dia berharap, agar Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Bapak Bupati untuk membantu dan memperhatikan berbagai aspirasi masyarakat, karena ini adalah kewajiban pemerintah dalam menyediakan fasilitas publik, yang menyangkut terciptanya sebuah pasar modern yang kondusif.
“Tidak mungkin kami akan bangun petak-petak dari seng, dan triplek seperti di pasar lama, jadi tolong dibantulah pedagang ekonomi lemah,” harapnya.
Selain itu, sebagai tanda bahwa hal ini memang menjadi aspirasi para pedagang pasar lama, beberapa orang anggota P3T telah membubuhkan tanda tangannya untuk surat Permohonan Pembuatan Petak Kios ini, dan menyatakan keberatan jika harus membangun lagi petak kios seperti di pasar lama.
“Sebanyak 34 orang pedagang pasar lama anggota P3T, sudah menyetujui surat permohonan ini,” papar, Pemilik MJM ini.
Supaya permasalahan ini tidak berlarut, dia meminta pihak Pemda untuk segera melakukan sosialisasi, agar para pedagang tidak menunggu terlalu lama bagaimana kebijakan Pemda mengenai hal ini.
“Saya berharap pemerintah cepat menjawab, jangan buat para pedagang menunggu,” Demikian Mustafa. (Kad)






