free image hosting
Advertised by COBHotSpot
  • B E R A N D A
  • Pantai Balat, Pengelolaannya Masih Setengah Hati

    Posted by Redaksi on December 7 2009 Add Comments

    Hajamuddin : ada tahap-tahap yang harus dilalui

    Hampir setiap akhir pekan dan hari libur, Pantai Balat selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal, Taliwang dan sekitarnya. Panorama alam nan indah memang menjadi suguhan utama, selain laut yang tenang dengan pasir putihnya. Selayaknya obyek wisata yang sering dikunjungi, telah tersedia beberapa fasilitas pendukung, antara lain shower air tawar, sarana bermain anak-anak, penyewaan alat renang, penjaga pantai, tempat sampah, areal parker, tempat bernaung yang refresentatif, serta warung-warung yang memadai. Paling tidak untuk pengunjung yang ingin melepas penat, merasa nyaman dan aman selama berekreasi. Namun sayang hasil pantauan KOBAR di lapangan jauh dari harapan. Siapa yang bertanggung jawab….?

    Taliwang, KOBAR

    Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Sumbawa Barat, kesohor hingga manca negara, dengan aneka ragam hayati serta tradisi budaya yang unik menjadi nilai tambah buat KSB. Minggu, 6/12 kemarin, KOBAR sempat merekam berbagai tanggapan para penggunjung Pantai Balat tentang obyek wisata ini.

    Beberapa orang pengunjung menilai, Pantai Balat memang menjadi tempat favorit masyarakat Taliwang dan sekitarnya, untuk menghabiskan hari libur mereka bersama keluarga. Salah satunya, Johan, seorang warga Kelurahan Bugis, Taliwang, ia mengatakan, hampir pada setiap akhir pekan dia beserta keluarga selalu menyempatkan diri untuk datang berekreasi ke Balat.

    “Saya selalu datang ke Balat bersama dengan keluarga, anak-anak ingin mandi laut, ya, paling tidak seminggu sekali liburan bersama-sama,” kata, Johan.

    Berbagai fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah, antara lain akses jalan, beruga, taman, areal parkir cukup membantu kenyamanan berwisata, namun dia menyayangkan pembangunannya masih carut marut dan tidak terencana dengan baik.

    “Untuk obyek wisata yang ramai dikunjungi, seharusnya bisa ditata dan dikelola dengan baik, kenyataannya, hampir semua fasilitas yang dibangun di Balat tidak terurus, kesannya setengah hati, ditambah lagi kapal budidaya mutiara yang mengganggu pemandangan,” timpalnya.

    Lain lagi dengan, Rohani, Mahasiswi salah satu Univestitas Swasta di KSB, dia melihat ada potensi lain yang bisa digali dari keberadaan obyek wisata ini, sebut saja warung dan kafe yang ada di sepanjang pesisir pantai masih butuh perhatian serius dari Pemerintah Daearah untuk diberdayakan, karena dengan semakin banyak pengunjung pendapatan para pedagang yang notabene para nelayan semakin meningkat.

    “Coba dilihat dong, mas, kan sayang kalau warung-warung ini tidak tertata dengan baik, padahal Saya dengan teman-teman sering datang ke sini, hampir setiap akhir pekan, tapi banyak pesanan kami yang tidak bisa dilayani, dengan alasan belum sempat belilah, listrik mati, dan lain-lain,” ujar cewek berkacamata ini ceplas-ceplos.

    “Belum kalau habis mandi di laut, kita kan pingin bilas air lautnya, biar badan gak lengket, tapi pemandian air tawarnya gak ada,” timpal Rohani sedikit manja.

    Memang dari pantauan KOBAR di lapangan, masih banyak sarana yang menjadi standar kelayakan obyek wisata pantai belum tersedia, seperti Shower air tawar, tempat sampah, kamar mandi / toilet, masih minim dan tidak terurus.

    Sementara itu, salah seorang, pemilik warung pinggir pantai Balat, yang tidak mau disebutkan namanya, menyatakan, memang pada setiap akhir pekan dan hari libur Pantai Balat selalu ramai dikunjungi pengunjung, dan ini mendatangkan berkah baginya dan teman-teman.

    “Memang mas, Setiap akhir pekan dan hari libur di sini selalu ramai, kalau hari-hari biasa sih sepi, dan kalau ramai begini, warung saya juga laris, kadang pesanan ikan bakar dan es kelapa muda tidak bisa kami penuhi, maklumlah modal kami pas-pasan. Kalau hari biasa paling satu dua pengunjung yang datang beli ikan bakar dan kelapa muda, tapi kalau hari ramai, kami ketiban rizki lumayan, ya hitung-hitung kami bisa dapat untung 300-500 ribu rupiah,” tuturnya.

    Dia berharap, agar pemerintah mau lebih memperhatikan kondisi masyarakat pesisir, dengan digulirkan beberapa program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kondisi mereka. Seperti pinjaman lunak, dana bergulir, dan bantuan lainnya yang pantas diterima oleh mereka.

    “Tolong dong pak Bupati, sekali-kali kunjungi kami di sini, biar beliau tahu keadaan kami yang di sini,” pintanya.

    Untuk menanggapi berbagai aspirasi masyarakat tentang kondisi obyek wisata pantai Balat, KOBAR mengkonfirmasinya dengan Kepala Diskonesdm dan Budpar, Drs. Hajamuddin, MM via selulernya. Dia mengatakan, bahwa pemerintah daerah sedang melakukan berbagai upaya untuk memberdayakan potensi-potensi alam yang tersebar di seluruh KSB, antara lain pelestarian budaya tradisional, pengelolaan obyek wisata bahari, pengembangan wisata kuliner, dan promosi wisata tambang.

    “Memang potensi alam Sumbawa Barat sangat melimpah, banyak sekali potensi wisata yang perlu digarap, dan Pemerintah Daerah sedang melangkah ke arah itu, tapi semuanya kan perlu tahapan mas, apalagi menyangkut pembangunan fisik,” urai, Hajam.

    Menurutnya, Pemda sudah merencanakan untuk membangun berbagai infrastruktur penunjang pariwisata di KSB, dan akan segera dibentuk berbagai instrument yang mendukung program tersebut.

    “Kita sudah memprogramkan, agar semua instrument pendukung pariwisata segera tersedia, seperti sarana transportasi, guide (pemandu wisata-red), akomodasi, dan lain-lain, tapi ini kan perlu waktu mas, tolong masyarakat bisa bersabar,” Demikian Hajam. (Kad)

    Leave a Reply