Sekjen Hanura : Minta Simpatisan Tidak Terprovokasi
Taliwang,KOBAR
Persoalan dukungan partai kepada pasangan bakal calon kepala Daerah masih menyisakan polemik pada internal partai, hal inilah yang ditenggarai terjadi, terkait dukungan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), kepada salah satu pasangan yang maju pada Pilkada 2010 nanti.
Dikatakan oleh Sekretaris Jendral (sekjen) Partai Hanura, Masjayadi Manca, saat ditemui KOBAR, bahwa dia ingin memberikan klarifikasi di media, terkait isu yang beredar, berupa pesan pendek, Short Massage Service (SMS) yang diterima oleh sejumlah pimpinan strategis dan beberapa PAC, yang mengatakan bahwa dukugan Partai Hanura kepada pasangan Incumbent bersifat pribadi bukan atas kesepakatan partai.
“Inilah yang ingin saya klarifikasi, tentang isu yang disebarkan oleh seorang oknum pengurus Hanura yang sudah non aktif, yang kecewa dengan keputusan yang diambil ketua DPC Partai Hanura, Syafruddin, dia menyatakan bahwa dukungan kepada pasangan Kyai-Mala bersifat pribadi bukan keputusan resmi Partai,” papar Jayadi.
Memang, lanjutnya, ada sedikit persoalan di internal Partai, tapi masalahnya sudah selesai dengan datangnya surat keputusan resmi dari DPP tentang reposisi dan revitalisasi, bernomor : Skep/03/DPP/XI/09, perihal susunan personalisasi DPC Hanura KSB yang ditandatangani oleh Ketua Umum, H. Wiranto. dan pada poin nomor 4 jelas, mencabut ketetapan SK Skep/367/A/DPP/VII/08 tentang pengurus lama.
“SK yang bertanggal 14 november 2009 inilah yang belum bisa diterima oleh pengurus non aktif itu, sehingga menyebarkan isu bahwa kesepakatan mengusung pasangan Incumbent dia nyatakan tidak syah karena tidak proporsional dan menyalahi aturan partai,” jelasnya lagi.
Menyangkut kesepakatan Partai Hanura, ini juga sudah jelas karena dari hasil koordinasi dan rapat internal DPC Hanura KSB, bahwa ada 6 Pengurus Anak Cabang (PAC) sudah menyetujui, dan tersisa dua PAC yang belum sepakat.
“Saya menyampaikan kepada simpatisan Partai Hanura KSB, bahwa dukungan atas Kyai-Mala, sekali lagi bukan pribadi, tapi atas keputusan partai yang telah ditandatangani oleh 6 PAC, dan cuma 2 PAC yang belum sepaham,” tegas Jayadi.
Menurutnya, masyarakat diharapkan tidak terprovokasi dengan isu yang kebenarannya meragukan, dan isu ini sangat menganggu stabilitas partai, dan berharap ini tidak mempengaruhi pilihan masyarakat, terutama simpatisan dan pendukung Partai Hanura.
“Saya berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan isu ini, terutama simpatisan Partai Hanura, dan agar tidak terpengaruh pada isu dari orang-orang yang ingin memecah belah persatuan Partai,” demikian Jayadi. (Kad)






