free image hosting
Advertised by COBHotSpot
  • B E R A N D A
  • Bobot CPNS Dipertanyakan

    Posted by Redaksi on December 2 2009 3 Commented

    Perjuangan menjadi seorang PNS tidak mudah, kalau dari jalur reguler harus melewati berbagai tahapan, pertama, pengiriman berkas, test administrasi, lulus test administrasi menunggu ujian tes CPNS, bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pelamar lain, yang lulus harus mengurus berkas lagi. Lulus lewat jalur data base, harus mengabdi selama beberapa tahun sambil menunggu nasib dan rekomendasi dari atasan.

    Bagi para CPNS, agar selalu mengingat dan ditanamkan di dalam kepala tentang sejarah perjuangan itu, karena secara tidak langsung ada harapan dari yang tidak lulus agar anda-anda yang telah lulus untuk selalu menjadi yang terbaik, bukan hanya mengejar kestabilan materi, mengandalkan gaji setiap bulannya, sementara penilaian kinerja nol, lebih parah lagi malah menjadi beban pemerintah dan beban teman sekantor.

    Alangkah menyedihkan, melihat para PNS yang dibayar pemerintah, sangat rajin berangkat pagi ke kantor, duduk, diam, dan pulang saat waktunya tiba, namun saat masyarakat minta pelayanan malah kelabakan, bingung, garuk-garuk kepala, lalu pura-pura teriak mana data ini-mana data itu. Beban moril, tanggung jawab moril di mana?

    Adakah yang salah dengan konsep perekrutan CPNS kita?, di KSB merebak isu atau fakta bahwa sebagian besar CPNS yang lulus adalah orang luar Sumbawa, lalu potensi lokal mau di kemanakan. Jadi pengangguran, wiraswasta, atau penjahat/maling intelek.

    Harapan masyarakat saat ini, pertama, harus ada tindakan tegas pemerintah untuk membangun upaya menjaring pelamar saat test administrasi, kedua, pemberian bimbingan test kepada pelamar lokal, pelatihan atau apalah namanya. Inilah gossip pada masyarakat lokal yang beredar saat ini, hanya birokrasi apatis yang tidak mendengar hal ini.

    CPNS baru, haruslah menjadi terdepan dalam inovasi, kreatifitas, dan kinerja. (*)

    3 Responses to “Bobot CPNS Dipertanyakan”

    1. nash says:

      Sekali-kali beritanya yg memandang PNS dan segala aspeknya dengan sudut pandang yg lebih berbeda (positif), karena selama ini yg ada hanya berita yg selalu menyudutkan…karena pemberitaan yg negatif juga bisa memberikan pengaruh yg tidak baik….orang cenderung menjadi tidak peka dan cuek dengan lingkungan sekitarnya…(sy bukan PNS loh ;-) )

    2. Jhoni says:

      Ibarat kata pepatah Buruk Muka Cermin Di Belah
      Bobot apalagi yang dipertanyakan ?? Mestinya pemuda-pemudi Lokal KSB sudah mempersiapkan diri dari awal, dengan banyaknya yg tidak Lulus dari Lokal KSB itu cukup menandakan SDM yg ada belum mampu bersaing dengan orang luar.
      Wahai pemuda KSB….anda harus bangkit !!!
      Jangan meratapi nasib dan tingkatkan kualitas anda jika tidak ingin tergilas zaman.

    3. Papporrogga says:

      Tes CPNS sifatnya nasional. Jadi siapapun dari manapun bisa datang bersaing di daerah ini. Hanya saja yg jadi pertanyaan, adakah komitmen pemerintah daerah terhadap penduduk/warga lokal? Banyak cr yang bisa dilakukan, banyak strategi yg bisa dilakukan. Daerah lain bisa memblokir pelamar dari luar kenapa kita tidak? Okelah untuk jabatan tertentu bisa kita longgarkan tapi untuk jabatan yang general, yang banyak diminati oleh warga lokal mungkin bisa diperketat. Kita memang terlalu suka dikritik oleh orang/warga kita sendiri ketimbang dikritik orang luar…sekarang saja PNS asli KSB sudah banyak yang menjadi penonton dan menonton teman2nya yg dari luar bisa bertengger di kursi jabatan.. Baru 2 bulan pindah ke KSB, pas ada pelantikan dia langsung melenggang ke kursi jabatan, mendapat fasilitas diklat, fasilitas pendidikan dsb.,padahal tahu tidak kita kenapa dia hijrah ke KSB? Ada masalah apa dia hijrah? Ada tendensi apa dia kejar KSB? Betulkah dia datang untuk komit membangun KSB? Walahualam. Jawabannya bisa dilihat dari indikator “adakah ybs setiap hari jumat sabtu minggu di daerah ini apakah ketidakberadaannya di KSB secara cuma2 atau dibiayai oleh daerah? Hehehe…sekarang aja begini. Bagaimana 10 tahun yg akan datang? Ketika mereka2 yg dari luar ini pulang ke kampung halamannya??? Bisakah kita jamin mereka pulangkampung cuma2? Mari kita cermati fenomena ini… Demi ksb yg kita cintai…kSB kita bangun demi kesejahteraan masyarakatnya.,

    Leave a Reply