Akhirnya Kabupaten Sumbawa Barat resmi menjadi pemegang saham PT.NNT, bersama 2 daerah lainnya, yaitu Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Tidak mudah memang, karena paling tidak selama 3 tahun Pemda KSB memperjuangkan hal ini, dari 2006 hingga baru disahkan pada November 2009.
Kabar ini dideklarasikan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, DR. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM, pada Jum’at, (Idul Adha 1430 Hijriyah). Dan, mulai tahun 2010 akan datang, 200 miliar, ditambah 50 miliar royalti, akan dikantongi APBD KSB. Dari pantauan media, sebagian masyarakat menilai bahwa ini adalah prestasi dan kejutan besar buat Harlah ke-6 KSB.
Pepatah mengatakan “Semakin tinggi pohon menjulang, maka semakin keras angin menerpa”, artinya, jika dipahami dalam konteks KSB, semakin besar dana yang masuk, maka kompleksitas dan kerumitan memanage alokasinya akan bertambah pula, belum lagi godaan untuk melakukan “korupsi”. Perencanaan, identifikasi, pengontrolan/pengawasan, dan aktualisasi (prinsip manajemen) perlu dipertegas lagi, jangan sampai celah-celah kecil menjadi peluang untuk dimanfaatkan oknum yang tidak bermoral.
Dan yang perlu kita ingat bersama-sama, bahwa hukum keseimbangan musti diperhatikan, seimbang kualitas dengan kuantitas dana yang ada, dan jangan sampai larut dalam eforia yang berlebihan, sehingga melupakan tugas yang sebenarnya, yaitu “melayani masyarakat”, serta keadilan yang merata untuk semua kalangan, terutama grassroot dan masyarakat terpencil.
Karena, tidak bisa dipungkiri dan hindari ketersediaan dana yang besar, akan semakin memperlebar jarak kesenjangan antara yang ekonomi lemah dan mapan, berpendidikan dan yang tidak mengenyam pendidikan, perbedaan-perbedaan inilah yang butuh kontrol pemerintah, dan perhatian inilah yang membedakan pemerintah yang otoriter dan demokratis.
Peradaban fitrah, semoga mampu menjawab berbagai permasalahan nantinya, pemerintah yang menerapkan salam, rahmat, dan berkah, semoga menjadi petunjuk jalan kita, yang kemudian lahirlah pemerintah dengan hati nurani, pemerintah yang prorakyat. Maka ke depannya, Bumi Pariri lema Bariri, bukan hanya populer karena kebijakan-kebijakan Bupatinya, tetapi masyarakatnya yang aman, tentram, Baldatun Toyyibatun Warobbun Gafur.







Semoga 200 M betul2 bisa bikin masyarakat KSB makmur sejahtera. Semoga dengan 200 M KSB menjadi negeri impian bagi semua orang dengan tetap mengedepankan pemberdayaan lokal
Ass wrb………………………………….Negeri PARIRI LEMA BARIRI.
Tatkala hidup itu Orientednya adalah : uang matere,pangkat kedudukan,adalah sebuah Amanah, Amanah titipan… Berarti inilah kensenjangan dan keseimbangan yang mampu kita manage.,,,agar supaya
stabilitas mental sprituality,bisa berjlan dengan tujuan yang kami maksudkan.
WARNING..! kami berharap dan tolong di jaga dan di dengar. dana berkah atou amanah.. bagi saya terlepas dari topik amanah atou berkahnya…..yang paling mahfum dan pantas kita jaga adalah kembali ke pada dasar kita “intrOsfeksi” manage diRi, kEndali kan Diri,jaga kecendurungan kita terhadap titipan sebuah Amanat yang di titip untuk diperdayakan untuk sebuah kemakmuran dan kesejahtraan rakyat supaya lebih berdaya guna dan berkesenimbungan.,mewujudkan sebuah impian anak negeri ini,yang selama ini menunggu dan menanti curahan kasih dari seOrang pemimipin yang meraKyat……adalah pemimpin yang tau diri” SADAR”
INGAT..! INGAT..! INGAT..!
Nasib Rakyat dan Negeri ini ada di tangan kalian para peMimpin.,,sadar atou tidak sesungguhnya kita di tuntutut untuk menjadi pemimpin yang ceRdas dan bertangung jawab atas semua element serta lapisan masyarakat,menuju suatu kerukunan,kekompakan,adil sejahtra.