free image hosting
COBHotSpot
  • B E R A N D A
  • Proyek Trans Talonang, Rampung 80 Persen

    Posted by Redaksi on November 16 2009 Add Comments

    Aneh, Pekerja Diganggu Makhluk Halus

    Taliwang, KOBAR

    Pelaksanaan proyek pembangunan sarana transmigrasi baru yang terletak di SP I Talonang, Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan rampung 80 persen. Pembangunan 100 unit rumah semi permanen di lahan seluas 115 hektar itu memasuki tahap akhir. Direktur CV. Sumber Karya Wijaya, Frans, selaku kontraktor pelaksana proyek tadi melaporkan bahwa fisik bangunan unit perumahan kini memasuki tahap akhir. Beberapa hari ke depan, pihaknya akan memfokuskan land clearing (pembersihan-red) untuk persiapan lahan bukaan yang nantinya bakal digarap para penghuni transmigrasi ini.

    “Kami upayakan proyek ini tuntas secepatnya. Saya juga berharap, kita selesaikan sesuai jadwal penerimaan transmigran yang ditetapkan Pemerintah pertengahan Desember mendatang,” kata, Frans, kepada sejumlah Wartawan langsung dari lokasi proyek, Kamis (12/11) lalu.

    Frans mengakui progres realisasi fisik ini agak lambat. Ini terjadi selain lantaran polemik status Ijin Pemanfaatan Kayu (IPK) yang berlarut, keterlambatan ini terjadi juga karena peralatan teknis seperti Shaw Mill (mesin gergaji kayu-red) yang sulit didatangkan ke lokasi. Bayangkan, kata Frans, pelaksaanaan proyek ini terlambat 4 bulan semenjak Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), karena polemik soal IPK.

    “Anda tahu sendiri gimana proses ini berlarut kemarin. Akan tetapi, itu bukan alasan, kita terus upayakan progresnya bisa lebih baik,” akunya.

    Pantauan wartawan di lokasi, tampak puluhan unit rumah transmigrasi telah dirampungkan. Namun, sebagian diantaranya tengah dalam proses finising. Dilihat dari struktur fisik, bangunan sarana perumahan ini jauh lebih baik ketimbang perumahan transmigrasi yang ada sebelumnya. Rumah ini dibangun semi permanen dengan berlantai semen, kerangka kayu Ipil dan beratap asbes. Tidak seperti bangunan transmigrasi lain yang hanya terbuat dari kayu. Material kayu juga terlihat bagus lantaran ditebang dan dipasok dari lokasi setempat yang telah memperoleh IPK.

    Namun di balik kunjungan itu, sejumlah wartawan sedikit tertegun ketika sejumlah pekerja menceritakan banyak kejadian aneh yang mewarnai pembangunan proyek ini. Sejumlah pekerja tak jarang diganggu makhluk halus yang diduga penghuni hutan sekitar. Sebagian pekerja terkadang melihat langsung dan kesurupan makhluk yang disebut-sebut menyerupai sosok tuyul dan pria tua bermuka hitam.

    “Tak jarang banyak dari kami jatuh sakit diduga kerasukan. Wajar aja, ini kan hutan belantara. Mungkin dulu makhluk itu tinggal damai di sini, kita masuk dan menyulap semuanya, jadi mungkin mereka marah dan menggangu kebanyakan pekerja kami,“ tutur, Mandor proyek kepada Wartawan. (Kar)

    Leave a Reply