Ketua DPD Bantah Terlibat Politik Praktis
Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) semakin dekat. Ada yang bilang, dinamika percaturan politik jelang bursa calon Pilkada kali ini cenderung berjalan tidak dinamis. Baru dua kandidat yang secara nyata sudah muncul ke permukaan, namun hingga kini dua kandidat itu masih butuh waktu lama menentukan siapa pasangannya. Bakal Calon Bupati Incumbent, DR. KH. Zulkifli Muhadli, SH. MM. sampai dengan saat ini belum menentukan siapa calon pendampingnya. Padahal, informasi yang diterima media, Kyai Zul sudah kantongi sampai 20 nama usulan bakal calon wabup dari banyak kalangan. Sehingga justeru spekulasi bakal calon pendamping incumbent ini yang marak menjadi buah bibir.
Taliwang, KOBAR
Pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbawa Barat merilis pernyataan politik resmi terkait Pilkada 2010 mendatang. Induk organisasi pemuda itu tidak segan-segan menyatakan dukungan terhadap pencalonan kembali DR. KH. Zulkifli Muhadli (Kyai Zul) sebagai calon bupati dan mendukung Mustakim Patawari (Bakal calon yang diajukan PKS) sebagai calon wakil bupati.
Kepada sejumlah wartawan dalam konfrensi pers di Taliwang kemarin, ketua DPD KNPI KSB, Baharuddin Ank, menyatakan dukungan terhadap Kyai Zul dan Mustakim diputuskan KNPI atas hasil pengkajian dan serapan aspirasi di tingkat pengurus dan masyarakat. Kyai Zul yang sekarang masih menjabat sebagai Bupati dinilai KNPI telah berhasil membawa perubahan selama kepemimpinannya. Tetapi di satu sisi masih banyak program-program pembangunan yang mesti dilanjutkan.
“Konsep pembangunan KSB sekarang terbukti berhasil, sayang kalau konsep itu mesti putus di tengah jalan,” ujar Ank.
Sementara soal dukungan terhadap Mustakim Patawari, Ank menegaskan KNPI tidak melihat figur politisi PKS yang sekarang menjabat sebagai wakil ketua DPRD KSB itu sebagai figur yang diusulkan parpol, tetapi lebih kepada figurnya sebagai pribadi.
Munculnya pemimpin muda yang sekarang menjadi tren di dunia menurut Ank merupakan hal yang positif untuk percepatan dan akselerasi pembangunan. Di satu sisi, KSB sebagai daerah baru menurutnya membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mumpuni dari segi intelektualitas, tetapi juga bersih dan memiliki tingkat mobilitas tinggi. Karenanya figur-figur muda sudah sepantasnya diberi kesempatan.
“Figur Mustakim Patawari kami lihat memenuhi kriteria itu. Beliau juga punya pengalaman politik dan organisasi yang sudah teruji. Jadi kami anggap sangat pantas menjadi pendamping calon incumbent sebagai wakil bupati,” bebernya.
Tidak sekedar mendukung, Ank yang didampingi sejumlah pengurus KNPI lainnya, menyatakan organisasi tersebut akan segera membuat surat dukungan resmi kepada Kyai Zul dan Mustakim serta akan membentuk tim khusus untuk mengkomunikasikan sikap organisasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas itu. KNPI menyadari realitas politik yang terjadi sekarang memunculkan nuansa persaingan antara bakal calon wakil bupati untuk dipilih oleh Kyai Zul, karena hingga sekarang sedikitnya terdapat 20 nama yang diusulkan parpol maupun komponen masyarakat.
“Kita akan segera membuat surat resmi tanda dukungan dan mengkomunikasikan agar Kyai Zul memilih Mustakim Patawari,” timpalnya.
Pada bagian lain, Ank membantah dukungan terhadap pencalonan Kyai Zul – Mustakim Patawari menandakan bahwa KNPI terseret arus dan terlibat dalam politik praktis. KNPI sebagai organisasi menurutnya memiliki hak yang sama dengan organisasi yang lain untuk berbicara dan menyampaikan sikap politik, tanpa perlu terlibat langsung dalam politik praktis.
“KNPI juga tidak akan mengarahkan pengurus maupun anggota organisasi untuk memilih calon tertentu dalam Pilkada,” tegasnya. (Kar)





