Rakyat Miskin Referensi
KPUD Sumbawa Barat sudah memastikan bahwa Pilkada dipastikan jatuh pada 26 April mendatang. Ini artinya waktu yang tersisa kurang dari 5 bulan saja. Pertanyaannya kini, kelak munculnya calon lain selain calon incumbent, KH.Zulkifli Muhadli, SH.MM , cukupkah bagi rakyat untuk memantapkan pilihannya. Parpol diminta berperan untuk memberikan pendidikan politik dengan memberikan banyak pilihan calon bagi rakyat, agar bisa memilih mana yang terbaik. Parpol berdalih, sikap diam ini bagian dari strategi politik, dan kebanyakan diantara politisi yakin, pertarungan tingkat grass root sudah jauh dimulai.
Taliwang, KOBAR
Tenyata tak banyak parpol yang jauh hari sudah menentukan pilihan politiknya untuk mengusung siapa calon kepala daerahnya. Namun banyak juga parpol yang sampai hari ini belum juga menentukan pilihan dukungannya terhadap calon tertentu. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Patriot, partai Demokrat serta beberapa partai lainnya telah menyatakan dukungan terhadap kyai Zulkifli Muhadli, SH.MM sebagai calon bupati yang diusung meski ada sebagian parpol tidak secara eksplisit memang telak menunjuk Kyai Zul sebagai Bupati, namun mengutus kader terbaiknya untuk masuk bursa calon wakil bupati untuk dipilih sang Kyai.
Sejumlah calon bupati selain kyai zul yang sebelumnya disebut-sebut akal maju belum juga secara terang terangan mengungkapkan bakal maju. Sebut saja, seperti, H. Andi Azizi Amin, SE, M.Sc. Tokoh KSB yang juga pernah ikut bertarung dalam pilkada 2004-2009 ini disebut-sebut kembali bakal maju. Hanya saja, siapa dan berapa partai pengusungnya ini juga belum jelas. Akan tetapi, Investigasi media menemukan tokoh ini telah jauh hari melakukan sosialisasi dan kembali melamar pemilihnya dahulu untuk tetap memantapkan pilihan kepada dirinya.
“Pertarungan politik antar grass root sebenarnya sudah dimulai. Kami akui dinamika politik di KSB jelang Pilkada ini masih kaku, tidak dinamis. Tapi di tataran publik, pendidikan politik dengan memunculkan banyak calon, saya sangat setuju,” kata, politis dari partai Amanat Nasional (PAN), Umar Mansyur, SH., ditanya wartawan belum lama ini.
Sama dengan PAN, fungsionaris dan kader terbaik Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Andy Laweng, SH, juga menyatakan pihaknya tidak ingin terjebak dengan politisasi kepemimpinan daerah hanya mengarah pada satu tokoh saja. Ia dan partai tidak setuju jika parpol tidak memberikan pendidikan politik dengan memunculkan banyak calon, guna memperkaya refrensi masyarakat. Baginya, tidak benar KSB krisis kepemimpinan, KH. Zul bukanlah satu-satunya tokoh di KSB yang mutlak bisa menjadi pilihan banyak orang. Masih banyak tokoh-tokoh lain yang memiliki kemampuan bahkan lebih. “Tugas kami (parpol-red) menyeleksi dan memberikan banyak pertimbangan kepada masyarakat agar mereka leluasa memilih. Saya tidak setuju jika parpol terjebak dalam politik pragmatis yang hanya memunculkan satu calon Bupati sejak jauh-jauh hari,” tandasnya.
Berdalih atas dasar strategi politik dan mekanisme partai, hampir mayoritas Parpol di KSB sampai hari ini belum melakukan proses demokratisasi dalam menentukan siapa calon terbaik untuk negeri KSB ini. Sebagian parpol mutlak mengarahkan dukungan terhadap satu kandidat saja, namun tak sedikit pula yang sampai hari ini belum memunculkan satu calonpun. Fakta ini sungguh ironi, sebab, hingga hari ini masih banyak masyarakat KSB yang menduga-duga siapa calon lain pemimpin KSB mendatang. “Terus terang pak, kalau saya belum menentukan pilihan karena memang belum ada pembanding. Saya sepakat, pemerintahan saat ini sudah baik, tapi, kami ingin juga mengetahui siapa figur lain selain Kyai zul. Siapa tahu orang yang dimunculkan itu jauh lebih baik, memiliki jaringan yang luas secara nasional dan orangnya cerdas, berpengalaman serta tak kalah religius dari yang ada saat ini,” kata, Sudirman Rahmat, ST, kalangan intelektual salah seorang warga KSB.
Meski parpol sibuk dengan sistem dan strategi secara tertutup jelang seleksi kandidat Pilkada ini, justru satu tokoh KSB secara berjiwa besar berani menyatakan diri bahwa ia siap maju pada Pilkada mendatang. Ia adalah, mantan ketua DPRD KSB, Drs. H. Manimbang Kahariady. Tokoh yang dikenal low profile yang populer dengan ceramah agamanya di seluruh wilayah KSB ini menyatakan kesiapan lantaran merasa yakin, tenaganya masih dibutuhkan di tengah KSB yang masih dalam kondisi serba terbelakang. Keyakinan itu ia cetuskan bukan tanpa alasan, Manimbang mengaku semuanya sudah dipikirkan dan telah ia persiapkan. Baginya, ini saatnya rakyat memilih calon pemimpin berdasarkan pertimbangan dan pilihan yang rasional. “Saya siap maju ikut Pilkada. Insya Allah semuanya sudah siap,” katanya, singkat, saat berbincang singkat dengan sejumlah wartawan di Jakarta, belum lama ini.
Sikap Manimbang ini, bukan sekedar ingin tampil atau sekedar aji mumpung. Ada pertimbangan lebih besar mengapa dirinya berani menyatakan maju. Ia menyadari Pilkada butuh persiapan segalanya, baik kendaraan, kos politik dan tim sukses. Sayangnya Manimbang secara eksplisit tak menjawab itu, ia hanya mengatakan pendidikan politik harus diupayakan sejak dini. Sebab, dengan pendidikan politik ia yakin, sejarah Pilkada KSB akan lebih baik, masyarakat tidak asal pilih tanpa refrensi dan pengetahuan yang baik. “Saya tidak fikirkan menang kalah, asalkan prosesnya cerdas dan sesuai dengan sistem demokratisasi yang benar,” timpalnya. (Kar)





