Taliwang, KOBAR
Bangunan fasilitas pengujian kendaraan milik Dinas Perhubungan komunikasi dan Informasi (Dihubkominfo) KSB, harus dilakukan pengujian kelayakan penggunaannya. Karena, dalam bangunan itu nanti, akan ditempatkan alat pengujian kendaraan dengan sistim hidrolik.
Sekretaris Dishubkominfo Drs. Khairuddin Karim yang dikonfirmasi wartawan media ini mengaku, sebelum alat pengujian kendaraan ditempatkan dalam bangunan itu, pihaknya akan meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk melakukan pengujian secara teknis. Terkait kekuatan dan kelayakan bangunan tersebut.
“Kita harus mengetahui kekuatan bangunan itu, karena yang akan ditampatkan nanti yakni alat berat dengan getaran tinggi,” terangnya.
Menurut Khairuddin yang juga mantan Camat Taliwang, sesuai informasi yang didapatkan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut. Bahwa proses pembangunan Balai uji itu sudah rampung dilakukan.
“Walaupun pengakuan PPK bahwa proses pembangunannya sudah rampung, tapi kami tetap akan meminta DPU untuk menguji kekuatan bangunannya. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pada saat mesin pengujian kendaraan ditempatkan,” kilahnya.
Pengujian kekuatan bangunan itu juga, untuk memberikan keyakinan kepada Departemen Perhubungan Pusat, karena alat yang akan ditempatkan nanti. Merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat.
“Jika proses pembangunan Balai Uji belum rampung maka departemen Perhubungan, tidak akan memberikan bantuan alat yang dibutuhkan itu,” ujar Sekdis yang bertubuh kekar itu.
Sesuai kesepakatan, Pemerintah daerah akan mempersiapkan fasilitas tanah dan bangunan. Sedangkan Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan alat pengujian kendaraan, “alat pengujian itu nilainya sampai Rp 2 Miliyar rupiah,” cetus Khairuddin.
Semenatara, pantauan langsung wartawan media ini di lokasi pembangunan Balai Uji Kendaraan, diduga kuat kualitas bangunan itu tidak akan mampu menahan getaran alat hidrolik nanti. Selain itu juga, dinding luar bangunan tampak belum dilapisi dengan plesteran semen serta acian halus. (Kar)






