Perusahaan BUMN Pertama Bergerak Di bidang Tambang
PT. Aneka Tambang (ANTAM) tercatat sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang pertambangan. Perusahaan ini memiliki visi untuk mensejajarkan diri sebagai perusahaan yang sejajar dengan perusaahaan tambang asing lainnya dan berniat melebarkan usahanya hingga di Asia. ANTAM juga disebut-sebut sebagai pelopor tekhnologi pertambangan bawah tanah pertama di Indonesia. Sebagai perusahaan tambang milik negara, ANTAM difungsikan sebagai salah satu BUMN yang cukup berpotensi menyumbangkan banyak pendapatan negara.
Pongkor, KOBAR
Perusahaan pertambangan multi Nasional PT. Aneka Tambang, tbk (ANTAM) disebut-sebut sebagai perusahaan pertama yang mempelopori tekhnologi sistem pertambangan bawah tanah di Indonesia. Perusahaan ini diketahui telah menerapkan tekhnologi pertambangan bawah tanah (underground-red) sejak puluhan tahun silam. Berbagai jenis bahan tambang bawah tanah telah dieksploitasi perusahaan ini yang tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia. Salah satunya tambang Emas di Pongkor, Kabupaten Bogor.
Plh. Vice Presiden Direktur PT. ANTAM, Pongkor Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, Agus Sudanto mengatakan, ANTAM adalah perusahaan spesialis tambang bawah tanah yang justru dibangun oleh putra putri terbaik bangsa. Di pongkor sendiri, seluruh karyawan dan tenaga mining dan geologi adalah putra Indonesia.
Karena dikenal sebagai perusahaan tambang bawah tanah, ANTAM tak jarang menjadi pusat studi dan pendidikan bagi karyawan perusahaan tambang asing di Indonesia, sebut saja PT. Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Perusahaan milik Badan usaha Milik Negara (BUMN) diyakini mampu menyumbangkan pendapatan negara terbesar ketiga setelah, Pertamina dan PT. Telkom. Meski perusahaan BUMN, namun tak semua komposisi sahamnya dikuasai negara. 35 persen saham milik ANTAM dimiliki swasta Nasional.
“Kami bangga satu-satunya perusahaan Tambang yang didirikan 100 persen oleh putra putri terbaik bangsa,” tandas, Agus Sudanto, dalam sambutan penerimaan kunjungan rombongan wartawan KSB Lombok Timur, Kamis(15/10) di Aula Utama, Kantor Admin ANTAM Pongkor.
Proyek tambang Pongkor murni memproduksi Emas batangan. Tidak seperti PT. NNT yang hanya memproduksi bubuk konsentrat. Tambang pongkor berada tepat di bawah taman Nasional Gunung Salak, tepatnya 500 sampai 700 meter di bawah permukaan laut. Setiap tahunnya, ANTAM pongkor memproduksi 370 ribu ton biji batuan mineral yang menghasilkan 3 ton emas.
Sama seperti PT.NNT, perusahaan ini juga memiliki program Community Development (Comdev) meski jumlahnya sangat kecil, yakni Rp 5-6 Milyar pertahun jauh ketimbang PT. NNT yang besarnya Rp 255 Milyar pertahun. Potensi batuan mengandung emas ditemukan sejak tahun 1974 dan mulai berproduksi sejak 1997 silam.
Pertahun, perusahaan ini meraih keuntungan sebesar Rp 1,4 trilyun dan membayar royalty kepada negara sebesar 500 milyar setiap tahunnya. “kebijakan management di sini, sangat bergantung dari kebijakan pemerintah, selaku pemilik saham terbesar. Seluruh regulasi pemberian royalty hingga pajak termasuk setoran kepada daerah penghasil semuanya diatur pemerintah,” tutup Agus Sudanto. (Kar)





