Abidin Nasar : PKS Terbuka dan Menghormati Hak Parpol
Taliwang, KOBAR
Setelah dua kader anggota DPRD dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) memilih mengundurkan diri dari Fraksi Partai keadilan Sejahtera Indonesia (FPKSI) kini giliran anggota dewan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memilih hengkang dari fraksi itu.
Sudarli, S.Pd, anggota dewan asal PKB ini mengaku tak jauh beda dengan dua kader PKPI sebelumnya, yakni, ingin membesarkan partai. Baginya, pengunduran diri itu lantaran perbedaan visi politik saja. Ia juga mengakui bahwa posisi PKB sama seperti PKPI ingin lebih berbuat untuk partai. Pengunduran dirinya itu, kata Sudarli, telah sesuai dengan Undang-Undang (UU) Susunan Kedudukan (Susduk) DPR, No.27 Tahun 2009. Selama itu pula, pihaknya akan menjalin komunikasi dengan fraksi lain untuk mencari kesamaan pandangan politik. “Saya sudah melayangkan surat pengunduran diri itu ke FPKS. Saya belum tentukan akan masuk ke fraksi mana, tergantung bagaimana komunikasi nanti,” akunya.
Ketua Fraksi PKS, Abidin Nasar, SP membenarkan PKB telah mundur dari keanggotaan fraksinya itu. Iapun telah menerima surat resmi baik dari PKPI dan PKB. Bagi PKS kata Abidin, partainya terbuka terhadap partai manapun termasuk menghormati hak semua parpol di DPRD. Sah-sah saja jika langkah mundur diambil PKB dan PKPI, sepanjang sesuai ketentuan dan dijamin UU. Pihaknya yakin tidak terlalu terbebani dengan menuver itu dan lebih memilih untuk istikomah serta fokus terhadap perjuangan PKS di parlemen.
“Kami menghormati hak semua parpol termasuk mereka. Kami tetap welcome, termasuk saat mereka mengajukan diri meminta bergabung dengan fraksi PKS. Kami tetap solid, apapun konsekwensinya. Bagi kami itu biasa dalam politik,” demikian, Abidin. (Kar)






