• B E R A N D A
  • KPUD KSB Nyatakan PANWASLU KSB Telah Resmi

    Posted by Redaksi on March 9 2010 Add Comments

    Taliwang, KOBAR

    Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan status Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Sumbawa Barat telah resmi di tengah tahapan Pilkada KSB yang sudah separuh jalan. Meski keputusan itu berseberangan dengan Surat Edaran Bersama (SEB) antara  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan KPU.

    Ketua KPUD KSB Muhammad Rizal, S. Sos, MAP, mengatakan bahwa, KPUD KSB sebenarnya masih terikat dengan SEB, dimana KPU sempat menolak penetapan Bawaslu terhadap anggota Panwaslu pemilihan gubernur, walikota dan Bupati di Indonesia, namun keputusan ini, jelasnya, diambil demi kelancaran tahapan pilkada KSB, 26 April mendatang.

    ”Jika melihat kembali kepada SEB, KPU menolak dengan tegas tindakan Bawaslu yang merekrut anggota Panwaslu yang merupakan kewenangan KPU untuk memberikan rekomendasi,” jelasnya, ditemui media di kantor KPUD, Rabu (3/3).

    Menurutnya, setelah mempertimbangkan, seluruh tahapan Pilkada akan cacat tanpa Panwaslu, dan mengingat bahwa pengaduan masyarakat menjadi kewenangan Panwaslu,dan kekecewaan mungkin dialami peserta seleksi, namun KPU dalam kapasitas mengamanatkan Undang-undang 22 tahun 2007 tentang Pilkada, yang dalam salahsatu pasalnya menyatakan, KPU melakukan seleksi dan mengajukan enam nama calon anggota Panwaslu  ke Bawaslu.

    ”Selanjutnya Bawaslu akan  menjaring tiga orang untuk ditetapkan sebagai  anggota panwaslu  di setiap Kabupaten/Kota, begitulah aturan mainnya,” terang Rizal.

    Kendati demikian, Bawaslu sendiri hingga saat ini justru menetapkan anggota Panwaslu pada Pilkada 2010 ini, yang notabene adalah Panwaslu yang sama saat pemilihan presiden dan legislatif 2009.

    ”Tapi kalau melihat anggota yang dipilih Bawaslu, mereka juga tetap merekomendasikan Panwaslu yang dulu juga, ya, tidak apa-apa-lah,” ujarnya lagi, seraya menambahkan bahwa kemesraan Panwaslu dan KPUD di Sumbawa Barat akan diwujudkan dalam rapat bersama membahas zona larangan pemasangan alat peraga dua pasang calon.

    Sementara itu Ketua Panwaslu KSB, Fahroni, SH membenarkan adanya pernyataan resmi itu. Dan terkait permasalahan dana yang sempat menjadi masalah terbesar menyangkut kinerja dan operasional Panwaslu, Dia mengatakan, anggaran pemerintah daerah KSB sudah mulai diserap Panwaslu dan sudah sepakat membahas rapat yang diagendakan KPUD yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

    ”Ya, mungkin rapat terkait berbagai larangan dan jadwal kampanye yang harus ditaati oleh dua pasangan calon Cabup dan Cawabup yang maju, dan ini juga harus diketahui oleh papol pendukung sesuai dengan sosialisasi yang sudah dilakukan Kamis kemarin,” terangnya. (Kad)

    Peringatan Maulid Digilir, Seteluk Yang Pertama

    Posted by Redaksi on March 9 2010 Add Comments

    Bupati KSB : Ajak Masyarakat Beramar Ma’ruf

    Seteluk, KOBAR

    Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1431 Hijriyah, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memfokuskan ritual tahunan Islam ini di Lapangan Bola Kecamatan Seteluk, selain itu acara tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan “Loka Adat“ setempat, dan juga lomba “Penyekan“, Kamis (4/3) kemarin.

    Dalam sambutan sekaligus ceramah Maulid yang disampaikan oleh Bupati KSB, DR. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM, menyatakan bahwa peringatan Maulid ini yang setiap tahunnya diadakan di Taliwang. Mulai tahun ini akan digilir ke seluruh Kecamatan di KSB, dan untuk tahun ini sebagai penghargaan tertinggi kepada masyarakat Seteluk, maka acara maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2010 ini dilaksanakan di Kecamatan Seteluk.

    “Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai ritual tahunan dan selalu diadakan di KSB secara bersama-sama dengan masyarakat, yang biasanya dilaksanakan di Taliwang, maka Pemerintah, mulai tahun ini akan dilaksanakan secara bergiliran di seluruh Kecamatan di KSB, dan sebagai penghargaan pertama untuk tahun 2010 ini diberikan kepada Kecamatan Seteluk,“ jelasnya.

    Ada beberapa alasan memilih Seteluk, sebab Kecamatan Seteluk termasuk dari salah satu kecamatan yang paling besar yang setara dengan Taliwang, juga karena adanya permintaan dan aspirasi dari masyarakat Seteluk sendiri untuk melaksanakan acara peringatan ini di Seteluk, dan sekaligus adanya pengukuhan Loka Adat (pemangku adat) untuk Seteluk sendiri.

    “Niat besar Kecamatan Seteluk patut diapresiasi, sebab Seteluk termasuk kecamatan besar yang setara dengan Taliwang, sehingga wajar untuk tahun ini dilaksanakan di Taliwang, apalagi permintaan serta antusiasme dari masyarakat untuk mengadakan acara peringatan kelahiran nabi ini. Dan juga agenda pemerintah utuk mengukuhkan loka adat (pemangku adat) Kecamatan Seteluk,“ terang Kyai Zul.

    Dan ini patut dicontohi oleh Kecamatan lain, menurutnya, pengukuhan para pemangku adat yang akan menjadi penerus dan melestarikan adat istiadat yang merupakan kearifan lokal yang musti dijunjung tinggi, dan warisan para pendahulu, supaya dalam bermasyarakat KSB tidak tercabut dari akarnya.

    “Para pemangku adat inilah yang akan meneruskan adat istiadat warisan pendahulu, karena kearifan lokal ini harus tetap dilestarikan, dan kemudian diwariskan lagi kepada generasi akan datang,“ tandas Kyai Zul.

    Selain itu, Agama Islam sangat mengadopsi berbagai khasanah adat istiadat yang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yang di dalamnya ada nilai kebersamaan, pendidikan, dan gotong royong, namun dia menyaratkan bahwa adat istiadat yang berlawanan dengan aqidah harus dihilangkan, karena amar ma’ruf adalah perintah untuk memelihara adat istiadat. Dia juga menghimbau agar masyarakat KSB selalu beramar ma’ruf dan mencegah kemungkaran.

    “Saya menghimbau kita semua untuk selalu beramar ma’ruf, karena di dalamnya juga bermakna pelestarian adat yang sesuai dengan tuntunan Islam, yang di dalamnya terdapat kearifan lokal dan mengandung nilai kebersamaan, silaturrahmi, pendidikan, serta gotong royong,“ imbuh Bupati KSB. (Kad)

    Hindari Konflik Politik, Polisi Batasi Ruang Berkampanye

    Posted by Redaksi on March 9 2010 Add Comments

    Polsek Seteluk : Menjaga Kondusifitas Daerah

    Seteluk, KOBAR

    Polisi Sektor (Polsek) Seteluk beserta puluhan pemuda melakukan pengawasan dan melarang kendaraan yang memasang atribut Cabup dan Cawabup tertentu untuk masuk ke lapangan Bola Seteluk yang dijadikan sebagai lokasi acara Maulid Nabi Muhammad SAW, alasannya, supaya ritual agama tidak terkontaminasi oleh segala macam kampanye politik, Kamis (4/3) kemarin.

    Saat dikonfirmasi media, seorang juru bicara pemuda Seteluk, Alimin, menyatakan bahwa nuansa dan hawa politik KSB sekarang ini sedang memanas, berbagai upaya politik akan dilakukan oleh masing-masing pasangan calon yang maju dalam Pilkada April mendatang, dengan tujuan untuk menggaet simpati massa sebanyak-banyaknya.

    “Sebentar lagi masa kampanye, dan hawa politik menjelang Pilkada April mendatang semakin memanas, upaya politik tentu secara terselubung akan dilakukan, sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, berbagai kendaraan yang memasang atribut pasangan balon dilarang masuk,“ jelasnya.

    Dia menambahkan bahwa, apalagi ini adalah ritual Agama Islam yang suci dan harus bersih dari berbagai segala macam urusan politik, dan jangan sampai kegiatan agama ditunggangi dengan kampanye politik yang sifatnya kekuasaan yang sifatnya duniawiah sekali.

    “Maulid nabi besar Muhammad SAW adalah ritual agama yang harus bersih dari berbagai kampanye, jangan sampai kegiatan agama ditumpangi dengan hal-hal politik,“ imbuh Alimin.

    Dari pantauan KOBAR, hampir terjadi insiden yang tidak diinginkan, karena sebuah mobil Pickup berwarna hitam yang ternyata terpasang stiker salah satu pasangan Balon, lolos dari pengawasan dan itu disadari oleh beberapa orang pemuda, yang tiba-tiba langsung memasuki lapangan, dan berteriak meminta agar mobil tersebut segera diparkir di tempat yang telah disediakan untuk kendaraan beratribut calon, dan aksi 3 orang yang terus saja berteriak dan menuding-nuding mobil tersebut, cepat diamankan oleh petugas Polsek yang siaga berjaga.

    Menanggapi insiden ini, Kapolsek Seteluk, Iptu Suparta, mengakui bahwa pihak Polsek kecolongan dengan mobil tersebut, dan dia juga mengakui tidak mengerti dari mana datangnya mobil yang menjadi biang masalah tersebut, dan insiden ditenggarai oleh stiker kecil yang terpasang di bagian samping kendaraan yang tidak terlihat.

    “Oh, memang mobil tersebut dipasangi stiker pasangan calon, dan ukurannya cukup kecil sehingga kurang terlihat, jadinya lambat diantisipasi, ketika 3 orang pemuda tadi berteriak dan menuding-nuding mobil tersebut barulah petugas menyadari, dan segera meminta untuk memarkir mobil tersebut diluar areal acara,“ terangnya.

    Dan dia juga mengakui bahwa kedua kubu pasangan telah memberikan masukan kepada Polsek, dan sama-sama meminta agar suasana kondusifitas tetap terjaga di Kecamatan Seteluk, supaya seluruh kendaraan yang memakai atribut partai untuk diparkir di luar, dan disepakati di depan kantor Camat Seteluk, Polsek Seteluk hingga depan SMP Seteluk.

    “Sudah ada masukan dari simpatisan kedua balon tadi pagi, dan meminta agar penjagaan diperketat agar kondusifitas terjaga, yakni supaya kendaraan yang memakai atribut pasangan tertentu untuk diparkir di tempat yang telah disepakati,“ tukas Suparta.

    Seraya menghimbau, supaya kegiatan keagamaan tetap berjalan lancar, berbagai atribut yang memperlihatkan keberpihakan tidak dibawa, ini untuk keamanan dan kelancaran kegiatan yang sedang dilakukan. (Kad)

    HANURA Optimis Menangkan No. 2

    Posted by Redaksi on March 9 2010 Add Comments

    Masjayadi  : Minta Konstituen dan Kader Partai Solid

    Taliwang, KOBAR

    Optimisme untuk memenangkan pasangan incumbent, dan terkait dengan semakin dekatnya Pilkada April akan datang, Sekretaris Jendral DPC Hanura KSB, Masjayadi Manca, meminta kepada seluruh konstituen, pengurus Partai Hanura, baik yang ada di jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) maupun ranting untuk menyatukan visi dan tetap konsisten untuk mendukung pasangan nomor urut 2 (Pasangan Z-M).

    Hal ini segera dihimbau kepada seluruh simpatisan partai yang baru-baru ini melakukan Munas di Surabaya beberapa waktu lalu ini, menurutnya, berkenaan dengan semakin memanasnya suhu politik yang terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat, dengan menjalarnya berbagai isu-isu politik yang  disebarkan oleh pasangan tertentu yang bisa mempengaruhi.

    ”Saya mewakili Ketua DPC Hanura KSB menghimbau kepada para konstituen, dan segenap pegurus partai Hanura, untuk tetap menyatukan visi dan misi dan berusaha maksimal untuk memenangkan pasangan Z-M,” katanya, kepada KOBAR, kamis (4/3) kemarin.

    Dia juga meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dan cepat terpancing dengan segala janji-janji politik yang diucapkan oleh Balon tertentu yang terlalu berlebih-lebihaan serta tidak realistis dan masuk akal, dia juga menyatakan bahwa Hanura tidak pernah ragu untuk mendukung pasangan Z-M dari awal menuju kancah Pilkada dan memimpin di periode mendatang.

    ”Saya meminta agar simpatisan partai Hanura tidak mudah percaya dengan berbagai janji politik, yang diucapkan dan terlalu berlebihan, yang jelas-jelas tidak masuk akal, sehingga masyarakat jangan terpengaruh,” terang Masjayadi.

    Dan seharusnya, menurutnya, masyarakat tidak memiliki alasan untuk tidak memilih pasangan Z-M, jika melihat berbagai program yang sudah dijalankan oleh pemerintah selama lima tahun ke belakang, pendidikan gratis saat biaya sekolah melambung, membebaskan biaya kesehatan atau berobat gratis bagi seluruh masyarakat, selain itu konsep koperasi berbasis RT dengan menyediakan dana lunak, bahkan biaya rujukan kesehatan ke rumah sakit-pun digratiskan.

    ”Apakah masyarakat punya alasan untuk tidak mendukung pasangan Z-M, dngan berbagai program kesejahteraan rakyat yang merata, jadi tidak ada alasan untuk tidak memilih nomor urut 2,” ulasnya lagi.

    Keyakinan akan memenangkan pasangan Z-M, dia tegaskan, sudah terbukti dengan 16 kursi yag berhasil digenggam pasangan ini dalam koalisi partai, itu juga menjadi alasan dalam melihat kemenangan yang ada di depan, sehingga Hanura, sebagai partai pengusung paket ini, telah yakin sepenuhnya dengan kemampuan Kyai Zul untuk menarik simpati masyarakat KSB.

    ”Apalagi dengan 16 kursi yang dipastikan dari koalisi partai yang selama ini tetap optimal membangun dukungan kepada pasangan Z-M untuk memimpin kembali pada periode yang ke dua,” pungkas Masjayadi. (Kad)